Pernahkah kita berpikir bahwa manusia modern sekarang hampir tidak bisa dipisahkan dengan teknologi? Contoh paling sederhana adalah penggunaan telepon seluler. Hampir setiap orang saat ini memiliki telepon genggam untuk tujuan yang beraneka ragam, namun pada dasarnya hasrat orang menggunakan telepon genggam supaya dapat berkomunikasi dan mendapatkan informasi dengan cepat, mudah dan murah. Manusia kini sangat tergantung kepada kebutuhan komunikasi dan ketersediaan informasi. Ini pulalah yang melahirkan istilah “kecakapan abad 21”, yaitu kemampuan memanfaatkan sarana komunikasi dan informasi.
MENGAPA GURU HARUS MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI?
TI telah merambah ke dalam dunia pembelajaran. TI pun telah mengatasi keterbatasan sarana dan sumber belajar. Bahkan dengan TI, banyak inovasi-inovasi pembelajaran dilakukan seperti e-learning, belajar berbasis web, kelas virtual, laboratorium virtual, buku sekolah elektronik (BSE), dan sebagainya. Oleh karena itu, guru harus bisa memanfaatkan TI paling tidak menggunakan laptop untuk mengetik soal-soal dan perangkat pembelajaran.
Dengan menggunakan teknologi maka guru akan sangat terbantu menjalankan tugasnya dalam mengajar. Pertama, dengan memiliki laptop dengan kumpulan informasi yang diperlukan di dalamnya untuk mengajar jelas akan memudahkan guru dalam melakukan persiapan. Persiapan mengajar akan lebih mudah karena tinggal seleksi, salin, edit, dan tempel materi persiapan yang telah ada dan sajikan. Hal ini akan memberikan guru waktu lebih untuk menyiapkan materi pengayaan dan remidial yang dibutuhkan siswa.
Kedua, jika semua materi pembelajaran dapat dikemas dalam sebuah laptop maka itu sama dengan menjinjing dunia dalam satu genggaman. Bayangkan berapa banyak informasi yang bisa dimasukkan dalam laptop tersebut dan ditampilkan oleh guru pada siswa-siswanya. Bahkan berbagai kamus dan ensiklopedia dapat ditanamkan dalam laptop tersebut sebagai sumber belajar yang luar biasa kapasitasnya.
Ketiga, pembelajaran berbasis TI akan mendorong guru untuk dapat menciptakan sendiri materi-materinya dengan berusaha menyempurnakan materi-materi yang telah ada dalam laptopnya. Dengan demikian para guru akan membutuhkan kerjasama dengan guru-guru lain dalam menyesuaikan materi yang ada dengan kebutuhan nyatanya di kelas. Hal ini akan mendorong terwujudnya prinsip belajar seumur hidup atau ‘Life long learning’ karena guru akan tertantang untuk selalu mencari bahan dari sumber manapun yang dapat digalinya.
Keempat, pembelajaran jelas akan lebih relevan dengan dunia nyata karena materi yang ada pada laptop tersebut adalah materi-materi yang terbaru dan dapat selalu diupdate. Dengan demikian guru dan siswa dapat melakukan proses belajar mengajar dengan materi yang terkini dan tidak akan ketinggalan dengan materi dari belahan dunia mana pun. Guru dapat menyusun materi sesuai dengan kebutuhan siswa akan kehidupan nyata.
Kelima, pembelajaran jelas akan lebih kontekstual dan bermakna. Guru dan siswa akan saling belajar pada materi-materi yang memiliki hubungan dengan dunia nyata. Guru juga akan lebih terdorong dan tertantang untuk mencari sumber-sumber belajar lain sehingga akan mendorong mereka untuk menjadi lebih aktif dan kreatif.
Keenam, pembelajaran akan lebih menarik sehingga akan dapat menumbuhkan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran dari guru. Visualisasi dan animasi materi pelajaran akan membuat siswa lebih mudah untuk memahami dan lebih tertarik untuk lebih mendalami materi.
MATERI APA YANG PERLU DIMASUKKAN DALAM LAPTOP TERSEBUT?
Agar laptop tersebut benar-benar bermanfaat bagi guru (dan tidak menjadi ajang main ’games’ belaka) maka laptop tersebut haruslah sudah berisi berbagai materi pembelajaran yang dibutuhkan guru untuk pengembangan pribadi dan profesionalismenya. Kita bisa memasukkan berbagai materi seperti : Buku Sekolah Elektronik (ada ratusan buku), Kumpulan soal Ujian Nasional (UNAS), Materi-materi pembelajaran interaktif, Digital Media Learning yang tersedia secara gratis dari berbagai sumber, dan perangkat-perangkat lunak untuk pengolah kata, data, dan presentasi.
BAYANGKAN!
Mari kita berandai-andai dan membayangkan seandainya ada 20% guru saja dalam sebuah sekolah yang melakukan lompatan besar dari yang semula belajar dan mengajar dengan sistem pembelajaran konvensional tiba-tiba kini menggunakan laptop dalam pekerjaan sehari-harinya di rumah dan di kelas. Bayangkan jika mereka terkoneksi dengan internet dan dapat mengakses sumber-sumber pembelajaran dan dengan itu mereka mengubah wajah kelas mereka menjadi kelas pembelajaran Abad 21. Bayangkan jika para guru tiba-tiba berkomunikasi satu sama lain dalam komunitas profesional. Saya yakin akan terjadi revolusi dunia pendidikan di sekolah tersebut!

1 komentar:
Thx buat artikel & ringkasan Fluida nya
Posting Komentar